Tuesday, February 9, 2010

KEJATUHAN DURIAN RUNTUH

Tadi siang kejatuhan durian runtuh, ini bukan statement dalam arti kiasan, tapi statement dengan makna sebenarnya. Lingkungan kantor yang memang biangnya pohon durian, saat ini lagi banyak-banyaknya digantungi buah berduri itu. Buah durian berjenis Rancamaya ini siap-siap menjatuhkan diri dari pohonnya. Bayangkan, kalau kejatuhan durian tepat di atas kepala, pasti jadi bonyok, bukan duriannya tapi kepalanya.

Itulah yang hampir aku alami tadi siang. Kaget bercampur senang, akhirnya sang durian aku ungsikan ke kantor buat dinikmati teman-teman. Sayangnya, aku enggak doyan durian, padahal jenis durian itu banyak dicari penggila durian, siapa yang nggak kenal Durian Rancamaya, dagingnya legit, harum, dan manis. Meski harganya lumayan mahal tapi nggak akan kecewa kalau sudah sampai di lidah. Berbeda dengan Durian Medan, yang sedikit pahit namun kurang legit.

- KEJATUHAN DURIAN RUNTUH

Monday, February 8, 2010

MENGAPA AKU SUKA BELANJA DI KOPERASI?

Mengapa aku suka belanja di koperasi? Jawabannya bisa beragam, koperasi mampu menyediakan barang yang dibutuhkan seperti halnya mini market yang makin menjamur ( tapi jangan pernah membandingkan koperasi dengan hipermarket, kalah jauh bro). Tapi yang lebih penting lagi, koperasi bisa memberi utangan seperti halnya kartu kredit. Sejak my credit card digunting semua and diblokir sama pihak bank (karena nunggak terus), tumpuan harapan buat utangan cuma ada di koperasi kantor. Bodohnya lagi, kenapa gak terpikir dari dulu ya buat ngandelin koperasi sebagai tempat utangan, daripada gesek si bangsat kartu kredit, udah gak dapat SHU, yang dapat malah utang menggunung. That's my silly ....

Jadi, tak heran kenapa zaman Pak Harto dulu begitu mengagungkan koperasi. Bukan aku antek-antek Orde Baru lho, tapi gak salahkan kalau aku muji-muji koperasi era Pak Harto dulu, karena banyak gunanya. Herannya, kenapa kebijakan tentang koperasi itu tak digalakkan oleh pemerintah sekarang ya. Sempet mikir juga sih, daripada memberi bail-out Bank Century, mendingan bangun koperasi hingga ke pelosok desa, bukan cuma rakyat yang diuntungkan, negara juga tak buntung. Kalau sekarang, Bank Century untung negara buntung, rakyat pun mutung. That's really silly than me.
- MENGAPA AKU SUKA BELANJA DI KOPERASI?

Friday, February 5, 2010

UNTUK DIRENUNGKAN

What Have I Done for My Country

Tulisan ini terinspirasi dari Pandji Pragiwaksono, ketika mendengar dia siaran semalam (04/02/2010) di Hardrock FM. Cuma sebentar mendengarnya, tapi cukup dijadikan bahan renungan. Pandji mengungkapkan tentang beberapa tokoh nasional yang menjadi tonggak sejarah perjalanan bangsa Indonesia, sehingga menjadi sebuah bangsa yang merdeka. Peranan para tokoh itu sebenarnya sangat sederhana, tapi memiliki dampak yang sangat besar bagi negeri ini.

Contohnya, Wage Rudolf Soepratman menciptakan lagu “Indonesia Raya” di tahun 1924 pada usia 21 tahun. Kemudian lagu ini diperdengarkan ketika Kongres Pemuda II tahun 1928. Dan sekarang lagu itu menjadi lagu kebangsaan kita.

Moehammad Yamin menulis teks “Sumpah Pemuda” tahun 1928 pada usia 25 tahun, dan “Sumpah Pemuda” menjadi peristiwa fenomenal bagi bangkitnya semangat kepemudaan untuk bersatu melawan penjajahan Belanda pada waktu itu. Semangat Sumpah Pemuda terus berkumandang hingga saat ini.

Dr. Soetomo mendirikan organisasi Boedi Oetomo pada usia 20 tahun. Organisasi ini merupakan organisasi pergerakan yang pertama di Indonesia, dan menginspirasi pemuda-pemuda lain untuk mendirikan organisasi sejenis dalam melawan penjajah.

Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang dikenal dengan nama Ki Hadjar Dewantara, menulis "Seandainya Aku Seorang Belanda" (judul asli: "Als ik eens Nederlander was") pada usia 24 tahun. Tulisan beliau ini dimuat dalam surat kabar De Expres pimpinan Ernest Douwes Dekker tahun 1913. Tulisan ini dibuat Ki Hadjar Dewantara untuk mengkritik pemerintah Hindia Belanda yang berniat mengumpulkan sumbangan dari warga, termasuk pribumi, untuk perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis pada tahun 1913. Tulisan ini terasa pedas sekali di kalangan pejabat Hindia Belanda dan seperti menampar muka Pemerintah Hindia Belanda saat itu. Akibat tulisan ini ia ditangkap atas persetujuan Gubernur Jenderal Idenburg dan diasingkan ke Pulau Bangka (atas permintaan sendiri).

Mendengar ungkapan Pandji di atas membuat aku malu sendiri. Dulu, ketika mahasiswa, aku tak begitu banyak melakukan sesuatu yang berarti bagi negeri ini, jangankan membuat hal-hal yang spektakuler buat diri sendiri, buat orang banyak saja hampir tak pernah. Aku termasuk orang yang gagal di masa muda dulu, ada rasa penyesalan juga, tapi wis-lah kata orang Jawa, nasi sudah menjadi bubur (meski bubur masih enak dimakan). Paling nanti aku menjadi motivator buat anak-anakku supaya jangan seperti Bapaknya, piiis.
- UNTUK DIRENUNGKAN

Thursday, January 28, 2010

EFEK DEMO 100 HARINYA SBY

Hari ini (katanya) demo besar-besaran, memperingati 100 harinya pemerintahan Pak SBY, mereka akan mengevaluasi kinerja SBY selama 100 hari pertama pemerintahannya. Efek demo itu pagi pagi sudah dirasakan, perjalanan dari rumah ke kantor awalnya tak menemui hambatan, namun sampai di perempatan Pasar Ciawi - Bogor, kendaraan mulai tersendat, memang sih hal ini hal yang biasa. Namun yang tak biasa, pagi ini begitu banyaknya personil polisi berjaga-jaga, dan arus jalan menuju Jakarta dialihkan ke arah Bogor, tak langsung menuju tol Jagorawi seperti biasanya.

Beberapa kendaraan menuju Jakarta diperiksa satu per satu. Setiap penumpang tanda pengenalnya diperiksa, maksudnya apa aku sendiri tak tahu, apa mau mencegah masuknya provokator atau mencegah peserta demo masuk ke Jakarta, atau ada alasan lainnya. Aku enggak sempat tanya sana-sini untuk mengungkap kebenarannya, terlanjur kesal, emosi, dan maki-maki dalam hati. Namun yang pasti, melihat tingkat kecerdasan aparat mengatur lalu lintas sungguh memprihatinkan. Jalanan bukannya makin lancar, tapi malah jadi semrawut buat susah banyak orang.

- EFEK DEMO 100 HARINYA SBY

Tuesday, January 26, 2010

AKHIRNYA TEMBUS 1000

ARTI ANGKA 1000 BUATKU

Akhirnya tembus juga angka 1000 hari ini. Untuk jumlah teman di dunia maya seperti fesbuk memang bukan jumlah yang spektakuler. Namun bagiku, angka 1000 merupakan angka yang hebat. Dalam dunia nyata, jumlah temanku bisa dihitung dengan jari, tak banyak, apalagi punya teman dengan koneksi orang hebat, jauh panggang dari api. Zaman sekolah dulu, aku kupernya minta ampun, punya teman kompak juga enggak. Barangkali, kalau dibawa ke psikiater, aku bisa dikategorikan sebagai antisosial. Padahal, aku enggak punya kesulitan untuk berteman. Tapi, emang dasarnya aku senang menyendiri, yo wis, tanggung sendiri akibatnya. Itulah sebabnya, orang bisa menuduhku anti sosial (selain psikiater tadi tentunya).

Tapi, sutralah eh sudahlah, zaman sekolah tlah lewat, I have to face my future logically, aku enggak bisa begitu lagi, untung aku termasuk orang yang gampang menyesuaikan diri, bukan sombong dan mau memuji diri lho, that's who I am. Sayangnya, kenapa aku enggak sadar dari dulu, kalau punya teman banyak itu sangat menguntungkan dan menyenangkan. Penyesalan memang selalu datang terlambat. Jadi tak heranlah, kalau punya teman sampai angka 1000, merupakan jumlah yang spektakuler buatku.

- AKHIRNYA TEMBUS 1000

Monday, January 25, 2010

Let them do the mistake and accept it happily

BELAJAR MENERIMA KESALAHAN ORANG LAIN

Seorang teman menulis statusnya di fesbuk seperti ini: "...the best thing we can do for someone we love ... let them do the mistake and accept it happily ... coz they are human being or being human". Aku langsung bilang ke dia, "I agree with u, nice speech". Cuma permasalahannya kita tak siap untuk berbuat seperti itu. Kita selalu beralasan, kita hanya manusia biasa yang mau nerima kesalahan orang untuk satu atau dua kali, dan tak pernah lebih dari tiga kali, selebihnya gak janji deh. Ini memang batas toleransi yang selalu dipakai orang untuk memaafkan kesalahan orang lain. "Awas ya, sekali lagi kamu melakukan kesalahan, tiada maaf bagimu", demikian kata-kata yang umum diucapkan pada orang yang menurut kita bersalah itu.

Kita tak tak pernah bisa menerima kesalahan orang lain dengan bahagia, pasti selalu diwarnai dengan marah-marah atau diam seribu bahasa. Kita selalu berkilah, kita ini manusia biasa, bukan nabi apalagi Tuhan, yang punya batas kesabaran dan toleransi Tapi kenapa sih kita tidak pernah mau mencoba mengikuti sifat nabi atau bahkan mendekati sifat Tuhan (bukan berarti kita harus seperti Tuhan). Padahal kita selalu berpedoman pada ajaran mereka. Paling nggak , dunia ini akan lebih damai jika kita mau bersikap seperti mereka, eh mendekati maksudnya, piis.

- Let them do the mistake and accept it happily

Wednesday, January 20, 2010

KENAPA HARUS KE DEPOK?

101 ALASAN KENAPA DEPOK HARUS DIKUNJUNGI

Depok kota kecil, di pinggiran kota Jakarta, gak jauh dari Lenteng Agung. Akses ke kota kecil ini sangat gampang, bisa naik kereta api, angkot, atau bis, semua ada, kalo mau, jalan kaki juga bisa, sekalian olahraga. Kota ini terhubung langsung dengan kota-kota sekitarnya, mulai Jakarta hingga Bogor. Depok mulai terkenal dan dipandang orang ketika UI (Universitas Indonesia) pindah ke Depok. Bahkan Depok makin terkenal ketika Ryan Sang Penjagal beraksi di sebuah apartemen di Jalan Margonda Raya (masih ingatkan dengan Ryan). Dahulu, ketika di Medan, aku pikir Depok ini sebuah dusun yang terpencil, ternyata dugaanku salah.

Depok kini menggeliat menuju kota metropolitan (maksa sih sebenarnya). Margonda Raya merupakan jalan utama di kota Depok, macetnya gak ketulungan, bisa buat kepala mumet, maklum aja, orang Depok banyak yang kerja di Jakarta, belum lagi anak-anak UI yang pulang pergi Jakarta-Depok, semua menumpuk jadi satu. Angkot juga berperan penting membuat kemacetan Depok, selain motor dan mobil pribadi. Kalau ke kota Depok, pasti semua pengendara pada ngumpat, maki-maki (jujur aja deh). Namun di samping kesemrawutannya, Depok juga kota yang eksotis. Banyak hal-hal menarik yang bisa dinikmati oleh semua orang, mulai wisata kuliner hingga belanja. Sepanjang Margonda Raya, kamu pasti banyak menemukan berbagai ragam tempat makan, mulai dari masakan Aceh hingga Jawa, tinggal pilih sukanya mana. Ada beberapa tempat makan yang perlu dikunjungi ketika kamu ke Depok.

Pertama, ZOE CAFE, di Margonda Raya, tempatnya sih lumayan bagus, pelayan-pelayannya masih fresh n' cakep-cakep, dan terlalu ramah menurutku. Ada banyak jenis makanan yang ditawarkan di cafe ini, mulai dari steak, pisang keju, hingga nasi goreng dan sop buntut bakar, tapi itu mah biasa, ada beberapa jenis makanan atau masakan yang menjadi kekhasan dari cafe ini, yang bakalan gak kamu temukan di tempat lain, apa itu? Biar gak penasaran kamu kunjungi aja deh cafe ini (jujur, aku gak dibayar kok, buat promosiin ini cafe).

Yang pasti, kalaupun kamu gak doyan sama menu mereka, kamu bakalan tetap betah tinggal di situ, kanapa?. Cafe ini tempat yang asyik buat nongkrong, makanya tak heran kalau banyak anak-anak muda atau mahasiswa yang betah berjam-jam nongkrong di situ, meski cuma minum doang. Selain itu, Zoe Cafe juga mengombinasikan antara tempat makan dan perpustakaan, jadi, kamu bisa baca buku koleksi mereka sambil makan atau minum. Apalagi ya? O, ya kamu juga harus siap-siap bawa hepeng (duit maksudnya) yang cukup, karena harga makanan di situ lumayan mahal untuk ukuran kantong mahasiswa.

Kedua, BAKSO MALANG CITRA, ini ni tempat favorit para penggemar bakso. Tempat ini pernah direkomen oleh majalah Jakarta Jakarta (majalah jadul) juga. Tempatnya kecil, tapi gak berkesan sempit, letaknya di jalan Margonda dekat Gang Sawo, anak-anak UI banyak yang ngebakso di sini. Namanya juga Bakso Malang Citra, baksonya pasti punya citra eh cita rasa sendiri, mau yang komplit ada, yang gak komplit juga ada, silakan pilih mau yang mana.

Ketiga, WARUNG ES POCONG, warung ini punya menu yang aneh-aneh, semuanya serba nama hantu, biar berkesan mistis gitu, ada Green Goblin (es jeruk limau), Kuntilanak (es Kopyor dan soda susu), Vodoo (mangga Gedong dan soda susu), Kolor Ijo (melon dan soda susu), dan lainnya. Menu andalan warung es itu ya Es Pocong, rasanya lumayanlah, dan cukup murah. Letaknya tepat di depan Gang Sawo, jalan kecil menuju Stasiun Kereta UI, daerah Margonda juga.

Sebenarnya masih banyak lagi, namun sayang, belum kucoba semua. Untuk 98 alasan lain lagi bisa ditambahkan kemudian, atau ada yang mau menambahkan ....

- KENAPA HARUS KE DEPOK?

Tuesday, January 19, 2010

CENTURY GATE

APA SUSAHNYA SIH MEMBONGKAR KASUS CENTURY?

Pertanyaan di atas akhir-akhir ini selalu melayang-layang di atas kepalaku, apalagi melihat Pansus yang makin bertele-tele, makin kelihatan enggak fokus, makin gak jelas, yang mau diusut yang mana: kebijakan penyelamatan Bank Century atau kemana larinya bailout yang diberikan pada Century (sekitar 6,7 triliun).

Anehnya, Mbak Mul bingung, kok bailout yang diberikan pada Century membengkak menjadi 11 kali lipatnya (dari 632 milyar menjadi 6,7 triliun), Mbak Mul pun merasa tertipu dengan data yang diberikan oleh BI (begitu menurut versinya JK). Pada saat ditanya Pansus pun, Mbak Mul mengaku kesal saat terjadi pembengkakan Penyaluran Modal Sementara (PMS) ke Bank Century dari skenario awal BI tersebut, makin aneh kan. Kalau alasan Pak Bud sih dana itu membengkak karena konsekuensi dari suasana krisis yang cukup dinamis dan merupakan hasil keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang sifatnya final. Ah, gak taulah, makin tambah bingung.

Sebagai orang awam aku cuma bisa menganalogikan kasus Century itu seperti ini, Century itu ibarat sebuah usaha kecil yang cuma punya pelanggan secuil dengan karyawan yang bisa dihitung dengan jari, jadi kalaupun usaha itu ditutup bakalan tak menimbulkan efek apa-apa terhadap internal usaha itu, apalagi efek secara global, masih jauh efek sistemiknya. Tapi seandainya Century itu sebuah usaha yang besar dengan jumlah pelanggan (nasabah) yang sangat besar, dan memiliki jumlah karyawan sampai ribuan orang, sehingga mampu menghidupi sampai jutaaan orang, mungkin enggak jadi masalah pemberian bailout itu. Jadi, kenapa Century diberikan bailout, anehkan?

Balik ke pertanyaan di atas, jadi "Apa susahnya sih membongkar kasus Century?" toh tinggal diusut ke mana larinya dana bailout yang diberikan, bukan ngutak-ngatik siapa yang harus bertanggung jawab atau kenapa kebijakan itu diberikan pada Century. Kenapa KPK sama Polisi enggak dilibatkan? Tapi itulah Indonesia, masalah kecil dibesar-besarkan, masalah besar makin enggak jelas.
- CENTURY GATE

Wednesday, January 13, 2010

Intermezzo Century Gate

DITERIAKIN MALING

Emang enak jadi pejabat, diteriakin maling gak bakal digebukin, malah dilindungi. Mungkin konotasi "Maling" dalam konteks mereka cuma umpatan kata penghinaan atau sindiran. Tapi aku yakin orang yang neriakin maling punya konotasi sendiri, atau bukan konotasi malah, tapi denotasi, makna yang sebenarnya, namun kalau ini benar adanya, butuh banyak bukti untuk membuktikan teriakannya itu, hmmmm....

Selama dua hari ini, 12-13 Januari, ada dua pejabat Orde SBY yang diteriakin maling. Agak membingungkan juga sih, kenapa mereka diteriakin maling. Kalaupun benar, tentu mereka nggak bekerja sendiri, mereka pasti punya komplotan. Tapi semua tuduhan itu masih sebatas wacana, butuh pembuktian. Cuma saja, sebagai orang awam, aku jadi bingung sendiri, kenapa Century Gate terus berlarut-larut, padahal orang-orang yang berada dalam pusaran kasus itu sudah jelas adanya. Apa mungkin karena kita orang Indonesia ya, masalah ringan dibuat jadi berat, dan masalah berat, dibuat lebih berat lagi. Kalau udah begini ....

MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA (meminjam istilahnya Taufik Ismail)


- Intermezzo Century Gate

Saturday, January 9, 2010

NEGARA TANPA WAKIL RAKYAT

Masih Perlukah Wakil Rakyat?

Saat ini, di era yang serba instant ini, kita tak perlu wakil rakyat lagi, selain buang-buang duit buat fasilitas mereka, mereka juga tak berperan aktif membela rakyat yang diwakili mereka, terutama rakyat kecil yang sering tertimpa tangga ditimpa tangga lagi, hingga kesusahan mereka tiada akhir dan ujung. Mengapa demikian?

Ide munculnya wakil rakyat disebabkan karena semakin banyaknya jumlah penduduk di suatu kelompok masyarakat, sehingga tak memungkinkan mereka untuk membahas suatu masalah di satu tempat karena banyaknya, bahkan mengumpulkan semua penduduk dalam satu waktu akan cukup sulit, karena setiap penduduk mempunyai urusan dan kepentingan masing-masing. Akhirnya diterapkanlah sistem perwakilan. Setiap jumlah penduduk tertentu diwakili oleh seorang wakil. Sistem tersebut terus diterapkan hingga sekarang.

Namun, di era teknologi informasi yang makin maju ini, sistem perwakilan sebenarnya semakin tak dibutuhkan lagi, karena setiap penduduk bisa dihubungkan secara online lewat internet. Mereka bisa saling berkomunikasi lewat perangkat komunikasi tanpa harus berpindah tempat. Lihat saja keajaiban facebook (baca: fesbuk) yg bisa menghubungkan jutaan orang dalam satu waktu. Jadi mereka bisa langsung memilih pemimpinnya seperti presiden, langsung dari rumah atau darimanapun. Kalau sudah terpilih, sang presiden atau sejenisnya, bisa langsung berkomunikasi dengan rakyatnya, dan menanyakan langsung apa kenginan mereka, begitu simpelnya ya.

- NEGARA TANPA WAKIL RAKYAT

Thursday, December 31, 2009

TENTANG MANTAN PENGUASA

JULUKAN UNTUK PARA MANTAN PENGUASA

Magrib kemarin, Rabu (30/12/2009), pukul 18.40 WIB, Indonesia kehilangan Bapak Bangsa, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur, atau Abdurrahman Wahid. Banyak yang kehilangan beliau, bukan karena ke-nyentrikannya sebagai tokoh bangsa, tapi lebih pada sosoknya yang bersahaja dan terbuka terhadap apa saja, meski banyak juga yang menghujatnya terutama oleh para lawan politiknya.

Gus Dur pantas dijuluki "Bapak Multikulturalisme", karena beliau sangat berperan penting dalam mengatasi berbagai persoalan yang dapat mengganggu kerukunan beragama dan bersukubangsa. Gus Dur sangat memperhatikan isu-isu pluralisme tersebut.


Dalam kerukunan beragama, Gus Dur mengajarkan bahwa agama bukan menjadi alat bertempur melainkan sebagai pesaudaraan antarumat beragama. Selain itu, Gus Dur juga mengajarkan pentingnya menghargai perbedaan pendapat, menghilangkan diskriminasi berdasarkan ras dan agama, serta mewujudkan kemandirian bangsa dalam arti luas.

Bagaimana dengan mantan-mantan penguasa lainnya sebelum era Gus Dur?
Setiap mantan penguasa yang pernah berkuasa di Indonesia, memiliki ciri kepemimpinan yang unik dan membuat mereka selalu dikenang dan dikagumi oleh para pengikut dan pengagumnya.

Bung Karno atau Soekarno, beliau banyak mendapat julukan dari para pengikut dan pengagumnya. Sebagai orator yang ulung (bahkan disebut-sebut sebagai orator ulung setelah Abraham Lincoln), Bung Karno dijuluki sebagai "Bapak Orator".

Setiap orang akan terkesima ketika mendengar beliau melakukan orasi. Meski saya belum pernah mendengar beliau berorasi secara langsung, tapi saya meyakini hal itu, tentu saja berkat cerita-cerita dari orang tua tentang Bung Karno yang pernah saya dengar.


Bung Karno juga dikenal sebagai "Bapak Proklamator" bersama Bung Hatta, karena beliaulah yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 untuk pertama kalinya, meski didesak oleh kaum muda pada waktu itu.


Lain Bung Karno, lain pula Pak Harto atau Soeharto. Penguasa Orde Baru ini dijuluki sebagai "Bapak Pembangunan". Memang tak keliru julukan ini diberikan pada beliau. Dalam membangun negeri ini, beliau mempunyai program jitu yang disebut "REPELITA" atau Rencana Pembangunan Lima Tahun. Setiap pembangunan direncanakan beliau dengan matang dan terencana, jadi tak heran pada masa kekuasaan beliau terbit buku yang berjudul "Manajemen Soeharto". Tak bisa dipungkiri, program Pak Harto bisa kita nikmati hasilnya hingga sekarang, meski hasilnya itu sebagian besar digerogoti oleh para kroni-kroninya, hingga menyebabkan kejatuhannya.



Kejatuhan Orde Baru menyebabkan Habibie naik ke panggung kekuasaan. Tak banyak yang bisa diceritakan tentang Habibie sebagai penguasa, karena begitu singkatnya kekuasaan yang beliau pegang, apalagi beliau tak bersedia untuk berkuasa dalam waktu lama. Beliau dianggap sebagai penguasa transisi. Jika Habibie sebagai penguasa berlangsung lama, Habibie bisa dijuluki sebagai "Bapak Teknologi", karena (mungkin) beliau akan membangun Indonesia ini dengan beragam teknologi, hingga sejajar dengan negara-negara maju seperti Jerman, Amerika Serikat, dan Jepang.

Bagaimana dengan Ibu Megawati? Kiprah mantan penguasa yang satu ini patut diperhitungkan, karena pada masa pemerintahan beliau "KPK" atau Komisi Pemberantasan Korupsi pun lahir. Pada masa kekuasaannya, Ibu Megawati meneken keputusan menyangkut pengesahan lima pemimpin Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, 26 Desember 2003.


Komisi itu berwenang menyelidik, menyidik, dan menuntut kasus-kasus korupsi kakap dengan nilai kerugian negara minimal Rp 1 miliar. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi, lembaga ini memang didesain menjadi ujung tombak pembersihan praktek korupsi dari sistem penyelenggaraan negara.

Jadi, julukan apa yang pantas buat Ibu Mega? Mungkin "Ibu Anti Korupsi" (atau ada yang lain?).


Sekarang kita akan menunggu kiprah apa yang akan dilakukan oleh penguasa saat ini, agar para pengikut dan pengagum beliau bisa memberi julukan yang positif untuknya setelah tak berkuasa. Wait and See ....


- TENTANG MANTAN PENGUASA
 


  © Blogger templates 4Kolom by abdi-husairi.blogspot.com 2009

Back to TOP